Minggu, Februari 08, 2009

Power Of Positivity

Kartu dari teman tentang aku

Banyak kisah dan peristiwa yang bergulir aku lewati bersama teman-teman. Aku , Rumah dan sekolah , adalah tiga kata yang tidak bisa terpisahkan. Hari ini aku bahagia sekali juga terharu. Beberapa teman menulis tentang “aku”.

WOW…!!, aku yang biasa saja (bagi ku), bahkan aku sering tidak mengenali diriku sendiri, TAPI bagi teman-teman ku TIDAK .Aku adalah Bu Siti Uwi-Uwi yang BEDA dari yang aku duga.

Inilah yang ditulis oleh teman-teman, tentang aku… dengan tulus dan hati yang bersih mereka menyampaikan kartu-kartu itu padaku… SO SWEET…..

“Bu siti, anda adalah orang yang baik, humoris dan lucu, pintar, menyenangkan orang lain, Kreatif, smart, mau dan enak di ajak diskusi, berkomunikatif, cantik, ramah, tidak sombong” ( DEWI )

Dik Siti Nur Aini

“Anda adalah orang yang ceria selalu, ramah pada semua orang. Keceriaan mu itu takan terlupakan, celotehanmu membuat suasana menjadi ceria dengan cerita-cerita lucu mu “ ( NING )

Dik Siti Nur Aini

“Anda adalah adik yang manis dan ceria. Anda selalu membut cerita-cerita yang ringan tapi lucu sehingga membuat orang tertawa karenanya. Terimakasih dinda, anda sudah membuat suasana ini menjadi ceria.”

( NING )

“Bu siti, anda itu orang nya yang easy going !! Senangnya punya teman seperti bu siti, jadi lengkap deh hidup saya. Bersahaja, & tenang dalam bersikap. Wah saya salut banget !. Apalagi ibadahnya! Saya pengen nyontek deh….”

( Reena)

“Bu siti, makasih ya, sudah banyak pelajaran yang sudah saya dapat dari bu siti selama ini. Gak sadar kan ?? Banyak Tau !! Pokoknya makasih banyak “

(With Love Reena)

“Bu Siti, maafin ya. Sering kali ‘maksa’ untuk overtime demi nemenin saya di kantor.

Pokoknya, maafin atas segala kesalahanku, deh…..#.....”

(Reena)


“Bu siti anda adalah orang yang sederhana, hangat, suka memberi semangat dan suka membuat adem suasana. Bu siti juga sabar dlm mendidik anak-anak dan sayang sama orang tua dan teman "

( Sari )

“Bu siti anda adalah orang yang baik, murah senyum, entengan, santai tapi asyik, manis pula senyum nya, & rajin puasa….

Sukses ya…… “

( Novee)

“Bu Siti , anda adalah seorang yang baik, sabar, cantik, murah senyum, mau bekerja sama, diligent. Miz siti thank atas es krim nya ya… yang waktu ada ultah di kelas, kita masih diperhatikan .”

( Hafidin )

‘Bu Siti , terimakasih sudah mau berkenalan dengan saya. Bu siti adalah seorang pendidik yang mempunyai kelebihan dalam membimbing anak “

(Pak Nanang, Guru Baru)

Komentar-komentar diatas asli dari mereka tanpa aku edit. SUMPAH !!. Aku tidak GR dengan komentar-komentar dari teman-temanku itu, aku hanya bahagia dan sangat terharu. Kata-kata mereka sangat memotivasi untuk diriku yang rapuh ini. Aku ingin menjadi yang lebih baik , aku ingin selalu ada mereka. THANKS FRIENDS …. I LOVE U SO MUCH

Sabtu, Februari 07, 2009

Puisi Robert 2

17/09/05

Kulukis bayang pada kanfas malam

Warna hitam tinta kekelaman

Surya tenggelam di lubuk hati

Fajar tak kutemui

Aku bermimpi pada jagaku

Tak kuasa langkahkan kaki

Yang mengambang ketidakpastian

Menorehkan abjad-abjad masa depan

Pada permukaan air beriak

Menguap tak pasti


14/10/05 00:42:45

Sepenggal kisah kau hadirkan

Separuh hidup kau bawa

Sisakan sekelumit asa

Realitas yang menyakitkan

08/09/06

Kini kicau burung telah menjadi gemuruh

Gelombang alunan nyanyian kematian

Senandungkan maut berirama ratapan

Tanah hiatm, darah mengering merekah

Rerumputan tumbuh kerontang

Tiada menghijau, disiram air mata

Dan peluh yang lupa terseka

Mengalir mata air oase

Dipelupuk laksana fatamorgana

Angin hembuskan bau busuk….

Menyengat


Mimpi adalah kunci

Unutuk kita menaklukan dunia...

Berlarilah tanpa lelah

sampai engkau meraihnya....(NIDJI)


Puisi Robert Nainggolan

Ashar 24/08/05

Ayunkan langkah-langkah tertatih

Jejak-jejak yang sarat

Arungi waktu pada asa berselubung kabut

Lalui garis nasib mengambang

Pikul takdir titah sang khalik

Yang menghembuskan nafs pada desah nestapa

‘ku’ galau menanti sinar surya

Tengadahku aminkan ajal pada maut


09/09/05 19:13:18

Terlahir dipangkuan derita

Dibuai sengsara

Diasuh oleh nasib miris

Bak pohon kering ditiup angina luruh dedaunan

Surya tak lagi menjadi sahabat

Air bahkan menjadi racun

Tanah meronga

Cipta lorong-lorong bagi maut

Surya hanya gumaman

Sengau tak berarti

Menggema tak terdengar

Sebab telinga-telinga menjadi tuli oleh keserakahan

Alam menjadi kafan bagi mayat-mayat

Iba berubah tega

Kasih menjadi kejam

Sebab dunia telah menjadi jebakan bagi petaka

Jeritku tak bersuara


09/09/05 23:49:54

Ketika tangan-tangan alam

tak lagi memeluk kita dengan mesra

kini berubah menjadi cengkraman

jebakan-jebakan bencana

pada petaka tak berkesudahan

sebab warna langit menganga

da tanah memerah kehitaman oleh darah

bau busuk yang menyengat dari mayat bergelimpangan

bumi bahkan rekah

dan awan putih menjadi menjadi kafan bagi kurban tumbal

penguasa kelaliman

rahwan-rahwana modern memekosa pertiwi

dictator-diktator telanjangi alam

kita berdiri ditanah Lumpur bumi

yang bercampur dengan serpihan daing insani

aku terbenam hingga leherku tercekat

sekarat..

cinta telah lalui kita

puisi nya bagus,hemm... selevel Bang Chairil... thanks bro...